Tampilkan postingan dengan label Hot Topic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot Topic. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2011

UEFA Tolak Aduan Baru Madrid Soal Barca

Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) menolak permintaan Real Madrid untuk menginvestigasi kelakuan pemain-pemain Barcelona saat kedua tim bertemu pada leg pertama semifinal Liga Champions, pekan lalu.
Pertemuan Barcelona dengan Real Madrid pada leg I Liga Champions, Rabu lalu, menyisakan drama di luar lapangan. Pasalnya, kedua tim sama-sama mengadukan kubu lawan ke UEFA dengan berbagai tuduhan.

Komite disiplin UEFA rencananya akan membahas enam tuntutan terhadap Barcelona dan Real Madrid, Jumat, 6 Mei 2011. Dua dari keenam tuntutan tersebut dialamatkan kepada pelatih Real Madrid, Jose Mourinho.

Madrid sebenarnya sempat mengajukan aduan baru kepada UEFA. Mereka meminta agar UEFA menyelidiki kelakuan pemain-pemain Barcelona saat pertandingan yang dinilai tidak mencerminkan semangat sportifitas.

Madrid dengan tegas meminta agar UEFA menjatuhakn sanksi kepada Daniel Alves, Pedro Rodiguez, dan Sergio Busquets. Ketiga pemain ini dianggap
telah berusaha mengelabui wasit dengan berpura-pura cedera.

Madrid juga mengajukan protes terhadap kartu merah yang diberikan wasit Wolfgang Stark kepada Pepe. Sayang, Madrid harus gigit jari, karena seperti dilansir CNN, kedua tuntutan ini telah ditolak oleh UEFA.Vivanews.com

Read More......

Selasa, 05 April 2011

Tjipta: FIFA Akomodir Semua Pihak

Okezone.com - Mantan Ketua Komite Banding Pemilihan PSSI, Proffesor Tjipta Lesmana menyambut baik keputusan otoritas sepakbola tertinggi di dunia (FIFA) yang mengeluarkan putusan membentuk Komite Normalisasi menyusul kisruh yang terjadi dalam Kongres PSSI.

Dalam wawancara singkatnya kepada okezone via telepon, Selasa (5/4/2011), Tjipta menjelaskan FIFA mengakomodir semua masalah yang terjadi dalam sepakbola Indonesia.
Lebih jauh, ia juga memberikan apresiasi kepada FIFA yang melarang keempat calon Ketua Umum PSSI untuk maju dalam Kongres PSSI berangkat dari keputusan Komite Banding beberapa waktu lalu. Berikut kutipan wawancara okezone dengan Tjipta.

Bagaimana tanggapan Bapak dengan keputusan FIFA yang membentuk Komite Normalisasi?
Itu putusan yang bagus sekali. FIFA juga melihat situasi yang terjadi di sepakbola Indonesia. Nurdin Halid dikatakan sudah tidak kompeten lagi. Di sisi lain Kongres PSSI tetap harus diselenggarakan PSSI. Berarti apa? berarti mereka juga tidak mengakui kelompok 78 liar dan tidak sah. FIFA mengatakan Kongres harus tetap diselenggarakan PSSI tapi bukan PSSI-nya Nurdin Halid, tapi orang FIFA yang datang ke Jakarta dia bentuk Komite Normalisasi, di awasi langsung oleh orang FIFA.

Empat ketua umum yang dibatalkan Komite Banding pimpinan Tjipta Lesmana tidak boleh maju lagi. Artinya. FIFA mengakui dan mengasahkan Komite Banding yang saya ketuai tempo hari. Nah, itu keputusan bagus, FIFA mengakomodir semua pihak. itu dulu komentar saya.

Apakah Bapak bersedia menjadi Anggota Komite Normalisasi jika dipilih nantinya?
Saya bersedia sekali. Saya pokoknya demi sepakbola nasional kalau dipercaya saya bersedia dan saya siap.

Lantas bagaiamana dengan Keputusan Menpora membekukan PSSI. Apakah Bapak sejalan dengan Keputusan Menegpora?
Itu betul pemerintah tidak mengakui Nurdin Halid dan Nugraha Besoes sebagai pimpinan PSSI dan itu sudah diperkuat oleh putusan FIFA. FIFA sudah mengatakan mereka tidak kompeten karena gagal menyelenggarakan Kongres dan gagal memecahkan masalah LPI Arifin panigoro.

Maka, secara langsung FIFA tidak mengakui lagi kepemimpinan Nurdin Halid dan Nugraha Besoes makanya dibentuk KN. KN ini yang akan menjalankan roda PSSI sampai terselenggaranya Kongres sampai terpilihnya Ketua Umum Baru. Sejalan dengan keputusan Menegpora. FIFA mengakomodir semua.

Termasuk keputusan Komite Banding juga diakomodir yang menolak ke empat orang itu, Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta yang ditolak komite banding tidak bisa mengajukan diri lagi sebagai ketua umum.

Apakah Bapak bersedia memimpin PSSI?
Saya tidak cakap. tapi jika saya diminta bantu di Komite Normalisasi saya bersedia. Saya yakin tidak cakap untuk menjadi ketua Umum PSSI.

Read More......

Senin, 04 April 2011

Resmi, Era Nurdin Tamat

okezone.com - FIFA akhirnya mengambil sikap terkait kekisruhan yang berkelanjutan di tubuh PSSI. Otoritas sepakbola tertinggi di dunia baru saja membuat pengumuman yang isinya tentang pembentukan Komite Normalisasi.
Dalam statement yang dirilis di situs resminya, Senin (4/4/2011) FIFA melalui komite emergensi menyatakan pengambilan keputusan tersebut merujuk pada article 7 paragraf 2 statuta FIFA. Ditegaskan bahwa komite normalisasi akan mengambil alih peran pengurus PSSI yang menjabat sekarang.

Komite emergensi FIFA menilai kepemimpinan PSSI yang sekarang terbukti tidak bisa mengontrol persepakbolaan di tanah air, sebagai buktinya nyata adalah kegagalan mereka mengontrol LPI serta fakta bahwa mereka tidak mampu melaksanakan kongres yang mengadopsi pada electoral code.

Sebagai kesimpulan komite emergensi lalu menyimpulan bahwa PSSI telah kehilangan kehilangan semua kredibilitas di Indonesia dan tidak pada posisi untuk memimpin proses penyelamatan atas krisis yang ada sekarang.

Disebutkan pula komite normalisasi akan menggelar pemilihan berdasarkan electoral code FIFA dan statuta PSSI yang ada sebelum 21 Mei 2011. Selain itu FIFA juga memerintahkan agar LPI segera di kontrol oleh PSSI atau harus diberhentikan secepatnya. Untuk melanjutkan aktivitas PSSI akan melakukan serangkaian rekonsiliasi demi kebaikan sepakbola di tanah.

Komite normalisasi juga menyatakan bahwa empat kandidat yang pernah maju sebagai calon ketua umum beberapa waktu lalu, tidak boleh mengikuti pemilihan, termasuk ketua umum saat ini Nurdin Halid.

Read More......

Minggu, 03 April 2011

Jerez Milik Lorenzo


Jorge Lorenzo tampil sempurna saat menaklukkan Sirkuit Jerez. Di tengah sengitnya perburuan podium, Lorenzo keluar sebagai pemenang, Minggu (3/4/2011).

Tampil di hadapan ribuan pendukungnya pada seri kedua MotoGP Spanyol, Lorenzo sudah menekan sejak lap awal. Di atas lintasan basah, Stoner memimpin balapan setelah sukses mengamankan pole position kemarin.

Lorenzo, yang menempati start kedua justru bisa mengambil alih tempat pertama di sisa 15 lap terakhir. Diikuti Dani Pedrosa dan Ben Spies. Penampilan Marco Simoncelli dan Valentino Rossi juga layak diacungi jempol.

Keduanya mampu melesat ke urutan terdepan. Simoncelli bahkan sempat memimpin lomba dan disusul Stoner, kemudian Lorenzo. Rossi yang terus menguntit terus menteror Lorenzo yang berada di depannya.
Sayang, nasib nahas justru menimpa Rossi dan Stoner. Keduanya bertabrakan dan jatuh ke pembatas. Rossi kembali ke lintasan, sementara Jerez tampaknya masih menjadi mimpi buruk untuk Stoner. Pembalap Australia tak mampu melanjutkan balapan karena motor mengalami masalah.

Pertarungan sengit juga ditunjukkan Pedrosan dan Spies uang memperebutkan posisi empat. Pedrosa yang menenangi pertempuran kemudian memberikan tekanan kepada Nicky Hayden di urutan tiga.

Pertarungan kian memanas saat Simoncelli yang asyik memimpin lomba harus terjatuh. Sialnya, pembalap kribo itu tak bisa melanjutkan balapan dan menyerahkan posisi terdepan kepada Lorenzo dan diikuti Pedrosa.

Perebutan posisi tiga juga kian menarik menjelang akhir balapan. Spies yang nyaris mengamankan podium terakhir harus terjatuh. Posisi tiga pun diambil alih Collin Edwards. Sialnya, Edwards pun harus menyerah di lintasan basah, dan Hayden berhak mendapat podium di Jerez.
Kecelakaan Rossi-Stoner-Simoncelli

Seri kedua MotoGP 2011 di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (3/4/11) menghadirkan drama karena terjadi tujuh kecelakaan. Dari jumlah korban tersebut, hanya dua pebalap yang bisa finis, yaitu Valentino Rossi (Ducati) dan Karel Abraham (Cardion Ducati).

Rossi terlibat kecelakaan dengan rivalnya dari tim Repsol Honda, Casey Stoner, dan lima pebalap lainnya mengalami kecelakaan tunggal. Meskipun sempat terpuruk usai kecelakaan, Rossi tetap ikut lomba dan berhasil finis di urutan lima.

Read More......

Selasa, 29 Maret 2011

Kongres Pemilihan Ketum PSSI di Surabaya

Para pemegang hak suara pro perubahan di PSSI telah memutuskan bahwa kongres pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Komite Eksekutif periode 2011-2015 akan dilaksanakan di kota Surabaya, pada 29 April mendatang.Seperti kita ketahui, 78 para pemegang hak suara tetap melanjutkan kongres, meski PSSI telah membatalkannya. Dari hasil kongres tersebut lahir 3 keputusan penting, di mana salah satunya adalah pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding.

Nah, Komite Banding ini kemudian langsung menjalankan tugasnya dengan menunjuk tempat kongres berikutnya. "Kami tidak akan memilih tempat yang jauh seperti Pekanbaru kemarin. Alasan kami memilih Surabaya karena kota itu di tengah-tengah Indonesia, di tengah-tengah Aceh dan Jayapura," ujar Usman Fakaubun, anggota Komite Pemilihan, Selasa (29/3/2011).

"Ke sana (Surabaya) bisa lewat jalur darat, laut dan udara. Banyak juga pesawat yang mampir dan singgah di Surabaya," tuntas Usman.

Nantinya, ke-100 pemilik suara yang sah di PSSI akan diundang ke kongres ini. Daftar para pemilik suara itu masih sama dengan daftar pemilik suara seperti saat kongres di Bali. Pencalonan nama-nama bakal calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan anggota Komite Eksekutif sendiri sudah bisa dimasukkan mulai hari ini.

Read More......

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification